“PENGELOLAAN KELAS”

“PENGELOLAAN KELAS

Mata Kuliah Pengelolaan Pendidikan

Dosen Drs. H. Romli Ardie M.Pd.

 

 

                                 Disusun oleh :

  1. Andini Nusufa (2221132128)
  2. Apipah (2221130719)
  3. Fatin Hilman (2221132142)
  4. Dedeh Mahfudoh (2221132637)
  5. Dewi Yulia Nugraha (2221131353)
  6. Melinda Fitriyani (2221131500)

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

SERANG

2014

 

KATA PENGANTAR

                        Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat karunia serta taufik dan hidayah-Nya saya dapat menyelesaikan makalah ini sebatas pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki. Dan kami berterima kasih kepada bapak Drs. H. Romli Ardie M.Pd selaku dosen mata kuliah Pengelolaan Pendidikan yang telah memberikan tugas ini kepada kami.

Kami berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa didalam tugas ini terdapat kekurangan dan jauh dari apa yang diharapkan. Untuk itu kami berharap adanya  kritik, saran dan usulan demi perbaikan dimasa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa sarana yang membangun.

Semoga makalah yang sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.

 

 

 

 

 

 

 

Serang, 22 Maret 2015

 

 

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI  

BAB I PENDAHULUAN 

  • Latar belakang …………………………………………………………………………………………….
  • Rumusan masalah ………………………………………………………………………………………..
  • Tujuan ………………………………………………………………………………………………………..

BAB II PEMBAHASAN 

  1. Pengertian Pengelolaan Kelas …………………………………………………………………………
  2. Perlunya Strategi Pengelolaan Kelas…………………………………………………………………
  3. Tujuan Pengelolaan Kelas……………………………………………………………………………….
  4. Peran Guru Dalam Strategi Pengelolaan Kelas…………………………………………………..
  5. Peraturan Kelas……………………………………………………………………………………………..
  6. Penerapn Suatu Sistem Dalam Mengelola Kelas…………………………………………………
  7. Beberapa Masalah Pengelolaan Kelas……………………………………………………………….
  8. Pengelolaan Kelas Yang Efektif………………………………………………………………………

BAB III PENUTUP 

  • KESIMPULAN
  • SARAN
  • DAFTAR PUSTAKA

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

  • Latar Belakang

Peranan guru sebagai manajer dalam kegiatan belajar di kelas sudah lama diakui sebagai salah satu faktor yang penting dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Guru sebagai tenaga profesional, dituntut tidak hanya mampu mengelola pembelajaran saja tetapi juga harus mampu mengelola kelas, yaitu menciptakan dan mempertahankan kondisi belajar yang optimal bagi tercapainya tujuan pengajaran. Oleh karena itu sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan mutu di semua jenjang pendidikan, penerapan strategi pengelolaan kelas dalam pembelajaran merupakan salah satu alternatif yang diyakini dapat digunakan untuk memecahkan persoalan yang mendasar dari permasalahan pendidikan di tanah air.

  • Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:

  1. Apa pengertian dari pengelolaan kelas?
  2. Mengapa dibutuhkannya strategi pengelolaan kelas?
  3. Apa saja tujuan dari pengelolaan kelas?
  4. Apa Peran Guru Dalam Strategi Pengelolaan Kelas?
  5. Bagaimana penerapan sistem dalam pengelolaan kelas?
  6. Masalah apa yang terjadi di dalam kelas?
  7. Bagaimana cara mengelola kelas yang efektif ?

 

  • Tujuan Masalah
  1. Memenuhi nilai mata kuliah pengelolaan pendidikan.
  2. Mengetahui pengertian pengelolaan kelas.
  3. Mengetahui  strategi pengelolaan kelas.
  4. Mengetahui tujuan dari adanya pengelolaan kelas
  5. Mengetahui apa saja peran Guru dalam pengelolaan kelas.
  6. Mengetahui sistem pengelolaan kelas.
  7. Mengetahui masalah-masalah di dalam kelas.
  8. Mengetahui kelas yang efektif.

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

  1. Pengertian Pengelolaan Kelas

Pengelolaan kelas adalah keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara bila terjadi gangguan dalam proses belajar-mengajar. Suatu kondisi belajar yang optimal dapat tercapai jika guru mampu mengatur siswa dan sarana pengajaran serta mengendalikannya dalam suasana yang menyenangkan untuk mencapai tujuan pengajaran dan hubungan interpersonal yang baik antara guru dengan siswa dan siswa dengan siswa.

Made Pidarta dengan mengutip pendapat Lois V. Johnson dan Marry A. Bany, mengemukakan bahwa pengelolaan kelas adalah proses seleksi dan penggunaan alat-alat yang tepat terhadap problema dan situasi kelas. Dalam hal ini guru bertugas menciptakan, memelihara dan mempertahankan sistem / organisasi kelas. Sehingga individu siswa dapat memanfaatkan kemampuannya, bakatnya dan energinya pada tugas-tugas individual.

Menurut Hadari Nawawi ( 1989 : 115 ), pengelolaan kelas dapat diartikan sebagai kemampuan guru atau wali kelas dalam mendayagunakan potensi kelas berupa pemberian kesempatan yang seluas-luasnya pada setiap personal untuk melakukan kegiatan kelas yang berkaitan dengan kurikulum dan perkembangan murid. Suharsimi memahami pengelolaan kelas yang menyangkut pengelolaan siswa dan pengelolaan fisik ( ruangan, perabot, alat pengajar ).

Suatu usaha yang dilakukan oleh penanggung jawab kegiatan belajar mengajar atau yang membantu dengan maksud agar dicapai kondisi optimal sehingga dapat terlaksana kegiatan belajar seperti yang diharapkan. (Dr. Suharsimi Arikunto, Pengelolaan Kelas dan siswa : 1987 : 68)

Kegiatan mengatur tata ruang kelas untuk pengajaran dan menciptakan iklim belajar mengajar yang serasi. (Pengelolaan belajar dan kelas, E. Komar dan Uus Rusnadi 1993 : )

 

 

Usaha dari pihak guru untuk menata kehidupan kelas yang dimulai dari perencanaan kurikulumnya, penataan prosedur dan sumber belajarnya, lingkungannya untuk memaksimalkan efesiensi, memantau kemajuan siswa dan mengantisipasi masalah-masalah yang mungkin timbul.

Menurut Amatembun (dalam Supriyanto, 1991:22) “Pengelolaan kelas adalah upaya yang dilakukan oleh guru dalam menciptakan dan mempertahankan serta mengembang tumbuhkan motivasi belajar untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan”.

Menurut Usman (2003:97) “Pengelolaan kelas yang efektif merupakan prasyarat mutlak bagi terjadinya proses belajar mengajar yang efektif”.

Pengelolaan dipandang sebagai salah satu aspek penyelenggaraan sistem pembelajaran yang mendasar, di antara sekian macam tugas guru di dalam kelas.

 

  1. Perlunya Strategi Pengelolaan Kelas

Peningkatan mutu pendidikan akan tercapai apabila proses belajar mengajar yang diselenggarakan di kelas benar-benar efektif dan berguna untuk mencapai kemampuan pengetahuan, sikap dan ketrampilan yang diharapkan. Karena pada dasarnya proses belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan, di antaranya guru merupakan salah satu faktor yang penting dalam menentukan berhasilnya proses belajar mengajar di dalam kelas. Oleh karena itu guru dituntut untuk meningkatkan peran dan kompetensinya, guru yang kompeten akan lebih mampu menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan akan lebih mampu mengelola kelasnya sehingga hasil belajar siswa berada pada tingkat yang optimal.

Pengelolaan dipandang sebagai salah satu aspek penyelenggaraan sistem pembelajaran yang mendasar, di antara sekian macam tugas guru di dalam kelas.

 

  1. Tujuan Pengelolaan Kelas
  • Kegiatan yang terencana yang sengaja dilakukan oleh guru dengan tujuan untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal.
  • Membangun iklim sosio-emosional yang positif serta menciptakan suasana hubungan interpersonal yang baik.
  • Proses belajar dan mengajar dapat berjalan secara efektif dan efesien, sehingga tercapai tujuan pembelajaran.

 

Secara umum tujuan pengelolaan kelas adalah penyediaan fasilitas bagi bermacam-macam kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional, dan intelektual di dalam kelas. Fasilitas yang disediakan memungkinkan siswa belajar dan bekerja, terciptanya suasana sosial yang memberikan kepuasan, suasana disiplai, perkembangan intelektual, emosional, dan sikap serta apresiasi pada siswa ( Sudirman N, 1991, 311 ). Tujuan lainnya adalah mengantarkan anak didik dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak mengerti menjadi mengerti, dan dari tidak berilmu menjadi berilmu.

Menurut Ahmad ( 1995 : 2 ), tujuan pengelolaan kelas adalah :

  1. Mewujudkan situasi dan kondisi kelas
  2. Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi belajar-mengajar.
  3. Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar.
  4. Membina dan membimbing sesuia dengan latar belakang sosial, ekonomi, budaya, serta sifat-sifat individu.

 

 

  1. Peran Guru Dalam Strategi Pengelolaan Kelas

Pada dasarnya proses belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan, di antaranya guru merupakan salah satu faktor yang penting dalam menentukan berhasilnya proses belajar mengajar di dalam kelas. Oleh karena itu guru dituntut untuk meningkatkan peran dan kompetensinya, guru yang kompeten akan lebih mampu menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan akan lebih mampu mengelola kelasnya sehingga hasil belajar siswa berada pada tingkat yang optimal. Adam dan Decey (dalam Usman, 2003) mengemukakan peranan guru dalam proses belajar mengajar adalah sebagai berikut: (a) guru sebagai demonstrator, (b) guru sebagai pengelola kelas, (c) guru sebagai mediator dan fasilitator dan (d) guru sebagai evaluator. Sebagai tenaga profesional, seorang guru dituntut mampu mengelola kelas yaitu menciptakan dan mempertahankan kondisi belajar yang optimal bagi tercapainya tujuan pengajaran.

 

  1. Guru Sebagai Demonstrator

Guru menjadi sosok yang ideal bagi siswanya hal ini dibuktikan apabila ada orang tua yang memberikan argumen yang berbeda dengan gurunya maka siswa tersebut akan menyalahkan argumen si orangtua dan membenarkan seorang guru. Guru adalah acuan bagi peserta didiknya oleh karena itu segala tingkah laku yang dilakukannya sebagian besar akan ditiru oleh siswanya. Guru sebagai demonstrator dapat diasumsikan guru sebagai tauladan bagi siswanya dan contoh bagi peserta didik.

 

  1. Guru Sebagai Evaluator

Evaluator atau menilai sangat penting adalah rangkaian pembelajaran karena setiap pembelajaran pada akhirnya adalah nilai yang dilihat baik kuantitatif maupun kualitatif.

  1. Rangkaian Evaluasi
  • Persiapan
  • Pelaksanaan
  1. Tingkat Pemikiran
  • Mengetahui – Mengerti – Mengaplikasikan – Analisis – Sintesis (analisis dalam berbagai sudut) – Evaluasi
  1. Manfaat Evaluasi
  • Bisa digunakan sebagai umpan balik untuk siswa sehingga hasil nilai ini bukan hanya suatu point saja melainkan menjadi solusi untuk mencari kelemahan di pembelajaran yang sudah diajarkan.
  1. Pelaksanaan Penting Evaluasi
  • Harus dilakukan oleh semua aspek baik efektif, kognitif dan psikomotorik.
  • Evaluasi dilakukan secara terus menerus dengan pola hasil evaluasi dan proses evaluasi.
  • Evaluasi dilakukan dengan berbagai proses instrument harus terbuka

 

 

  1. c) Guru Sebagai Pengelola Kelas

Manager memenage kelas, tanpa kemampuan ini maka performence dan karisma guru akan menurun, bahkan kegiatan pembeajaran bisa kacau tanpa tujuan. Guru Sebagai Pengelola Kelas, agar anak didik betah tinggal di kelas dengan motivasi yang tinggi untuk senantiasa belajar di dalamnya. Beberapa fungsi guru sebagai pengelola kelas : Merancang tujuan pembelajaran mengorganisasi beberapa sumber pembelajaran Memotivasi, mendorong, dan menstimulasi siswa. Ada 2 macam dalam memotivasi belajar bisa dilakukan dengan hukuman atau dengan reaward Mengawasi segala sesuatu apakah berjalan dengan lancar apa belum dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran

 

  1. d)    Guru Sebagai Fasilitator

Seorang guru harus dapat menguasai benar materi yag akan diajarkan juga media yang akan digunakan bahkan lingkungan sendiri juga termasuk sebagai sember belajar yang harus dipelajari oleh seorang guru. Seorang siswa mempunyai beberapa kemampuan menyerap materi berbeda-beda oleh karena itu pendidik harus pandai dalam merancang media untuk membantu siswa agar mudah memahami pelajaran. Keterampilan untuk merancang media pembelajaran adalah hal yang pokok yang harus dikuasai, sehingga pelajaran yang akan diajarkan bisa dapat diserap dengan mudah oleh peserta didik. Media pembelajaran didalam kelas sangat banyak sekali macamnya.

 

  1. Peraturan Kelas

Tugas utama guru adalah menciptakan suasana didalam kelas agar terjadi interaksi belajar mengajar yang dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan baik dan bersungguh-sungguh. Dalam kegiatan belajar mengajar terdapat dua hal yang turut menentukan berhasil tidaknya pengajaran, dalam arti tercapainya tujuan-tujuan intruksional, sangat bergantung kepada kemampuan mengatur kelas. Untuk menciptakan suasana yang dapat menumbuhkan gairah belajar, meningkatkan prestasi belajar siswa, dan lebih memungkinkan guru memberikan bimbingan dan bantuan terhadap siswa dalam belajar, diperlukan pengorganisasian kelas yang memadai. Pengorganisasian kelas adalah suatu rentetan kegiatan guru untuk menumbuhkan dan mempertahankan organisasi kelas yang efektif, misalnya :

  • Pengaturan penggunaan waktu yang tersedia untuk setiap pelajaran.
  • Pengaturan ruangan dan perabotan pelajaran dikelas agar tercipta suasana yang menggairahkan dalam belajar.
  • Pengelompokan siswa dalam belajar disesuaikan dengan minat dan kebutuhan siswa itu sendiri.
  1. Penerapan Suatu Sistem dalam Mengelola Kelas

Mengelola kelas itu merupakan pembuatan  keputusan-keputusan yang direncanakan bukan keputusan-keputusan spontan yang diambil dalam keadaan darurat jika seorang guru, dalam keadaan marah dan prustasi menyuruh terhadap siswa kepada kepala sekolah dan disitu ditegur, mungkin  si guru telah tenang kembali merasa bahwa hukuman tersebut terlalu berat apabila telah terjadi lagi pelanggaran serupa oleh siswa lain haruskah guru berbuat seperti itu lagi? Jika demikian, ia bertindak tidak adil tetapi tidak bertindak demikian , ia tidak konsisten biasanya antisipasi terhadap timbulnya masalah-masalah dikelas akan menolong guru dari dilema-lema  seperti itu. Dasar dari pendekatan yaitu bahwa perilaku yang baik dikelas sebagian dapat dibentuk dengan cara memberikan ganjaran atau tidak.

 

  • Teknik mendekati. Bila seorang siswa mulai bertingkah, satu teknik yang biasanya efektif yaitu teknik mendekatinya. Kehadiran guru bisa membuatnya takut, dan karena itu dapat menghentikannya dari perbuatan yang disruptif , tanpa perlu menegur andai kata siswa mulai menampakan kecenderungan berbuat nakal, memindahkan tempat duduknya ke meja guru dapat berefek preventif.
  • Teknik memberikan isyarat.Apabila siswa berbuat kenakalan kecil, guru dapat memberikan isyarat bahwa ia sedang diawasi isyarat tersebut dapat berupa petikan jari, pandangan tajam, atau lambaian tangan.
  • Teknik mengadakan humor.Jika insiden itu kecil, setidaknya guru memandang efek saja, dengan melihatnya secara humoristis, guru akan dapat mempertahankan suasana baik, serta memberikan peringatan kepada si pelanggar bahwa ia tahu tentang apa yang akan terjadi.
  • Teknik tidak mengacuhkan. Untuk menerapkan  cara ini guru harus lues dan tidak perlu menghukum setiap pelanggaran yang diketahuinya. Dalam kasus-kasus tertentu, tidak mengacuhkan kenakalan justru dapat membawa siswa untuk di perhatikan.
  • Teknik yang keras.Guru dapat menggunakan teknik-teknik yang keras apabila ia di hadapkan pada perilaku disruptif yang jelas tidak terkendalikan. Contohnya mengeluarkannya dalam kelas.
  • Teknik mengadakan diskusi secara terbuka. Bila kenakalan di kelas mulai bertambah, sering guru menjadi heran. ia lalu menilai kembali tindakan dan pengajarannya. untuk menjelaskan perbuatan-perbuaatan siswa-siswanya. Dan menciptakan suasana belajar yang sedikit lebih sesuai daripada sebelumnya.
  • Teknik memberikan penjelasan tentang prosedur. Kadang-kadang masalah kedisiplinan ada hubungannya yang langsung dengan ketidakmampuan siswa melaksanakan tugas yang diberikan kepadanya. Kesulitan ini terjadi apbila guru berasumsi bahwa siswa memiliki keterampilan, padahal sebenarnya tidak. masalah yang hampir sama yaitu masalah-masalah perilaku yang lazimnya berhubungan dengan peristiwa-peristiwa yang tidak biasa dikelas.
  • Mengadakan analisis. Kadang-kadang terjadi hampir terus menerus berbuat kenakalan, guru dapat mengetahui masalah yang akan di hadapinya dan mengurangi keresahan siswanya.
  • Mengadakan perubahan kegiatan. Apabila gangguan dikelas meningkat jumlahnya, tindakan yang harus segera di ambil yaitu mengubah apa yang sedang anda lakukan. Jika biasanya diskusi, maka ubahlah dengan memberikan ringkasan-ringkasan untuk dibaca atau menyuruh mereka membaca buku-buku pilihan mereka.
  • Teknik menghimbau. Kadang-kadang guru sering mengatakan, “harap tenang”. Ucapan tersebut adakalanya membawa hasil; siswa memperhatikannya. Tetapi apabila himbauan sering digunakan mereka cenderung untuk tidak menggubrisnya.

 

 

 

 

 

 

  1. Beberapa Masalah Pengelolaan Kelas

Gagalnya seorang guru mencapai tujuan pengajaran sejalan dengan ketidakmampuan guru mengelola kelas. Indikator kegagalan itu adalah prestasi belajar siswa rendah, tidak sesuia dengan standar atau batas ukuran yang ditentukan. Karena itu pengelolaan kelas merupakan kompetensi guru yang sangat penting dikuasai oleh guru dalam kerangka keberhasilan proses belajar-mengajar.

Keanekaragaman masalah perilaku siswa yang menimbulkan beberapa masalah pengelolaan kelas menurut Made Pidarta adalah :

  1. Kurang kesatuan dengan adanya kelompok-kelompok dan pertentangan jenis kelamin.
  2. Tidak ada standar perilaku dalam bekerja kelompok.
  3. Reaksi negative terhadap anggota kelompok.
  4. Reaksi mentoleransi kekeliruan-kekeliruan.
  5. Mudah mereaksi perilaku negative / terganggu.
  6. Moral rendah, permusuhan, dan agresif.
  7. Tidak mampu menyesuaikan dengan lingkungan yang berubah.

 

Kategori masalah pengelolaan kelas menurut Doyle ( 1986 ) terungkap dalam lima bentuk :

  1. Berdimensi banyak ( Multidimensionality ), guru dituntut melaksanakan tugas edukatif ( menyusun persiapan mengajar lengkap dengan alat serta sumber, menyampaikan pelajaran dan mengevaluasi ) dan tugas administrative ( mengabsen, mencatat data siswa, menyusun jadwal, mencatat hasil-hasil pengajaran, dan sebagainya ).
  2. Serentak ( Simultaneity ), berbagai hal dapat terjadi pada waktu yang sama di kelas.
  3. Segera ( Immediacy ), interaksi yang terjadi antara guru dengan siswa terjadi timbale-balik begitu cepat, sehingga menuntut guru agar dapat segera bertindak melalui proses berpikir, menerima rangsangan dari luar, berpikir, memutuskan dan melaksanakan tindakan.
  4. Iklim kelas yang tidak dapat diramalkan terlebih dahulu.
  5. Sejarah ( History ), peristiwa yang terjadi di kelas akan memiliki dampak yang akan dirasakan dalam waktu yang jauh sesudahny

 

Masalah pengelolaan kelas dapat dikelompokkan menjadi dua :

  1. Masalah individu
  • Pola perilaku mencari perhatian baik aktif ( melucu ) maupun pasif ( berbuat serba lambat ).
  • Pola perilaku menunjukkan kekuatan baik aktif ( mendebat, marah-marah, menangis ) maupun pasif ( lupa peraturan-peraturan kelas yang sudah sepakati sebelumnya ).
  • Pola perilaku untuk membalas dendam.
  • Pola perilaku dengan menampilkan peragaan ketidakmampuan ( bersikap masa bodoh terhadap pekerjaan apapun ).

 

  1. Masalah kelompok :
  • Kelas kurang kohesif ( akrab ), karena alasan jenis kelamin, suku, tingkat sosial ekonomi, dan sebagainya.
  • Penyimpangan dari norma-norma perilaku yang telah disepakati sebelumnya.
  • Kelas mereaksi secara negative terhadap salah leorang anggotanya.
  • Menyokong anggota kelas yang melanggar norma kelompok.
  • Kelompok cenderung mudah dialihkan perhatiannya dari tugas yang tengah digarap.
  • Semangat kerja rendah atau semacam aksi protes kepada guru.
  • Kelas kurang mampu menyesuaikan diri dengan situasi yanmg baru.

Beberapa faktor yang mempengaruhi perwujudan pengelolaan kelas adalah :

  1. Kurikulum
  2. Bangunan dan sarana, seperti penataan ruang kelas, pengaturan tempat duduk, pengaturan alat-alat pengajaran, penataan keindahan dan kebersihan kelas serta pengaturan ventilasi dan tata cahaya.
  3. Guru, mencakup bagaimana kepemimpinan guru, sikap guru, suara guru, pembinaan raport, dan mendisiplinkan siswa.
  4. siswa, meliputi pembentukan organisasi dan pengelompokkan siswa. Pengelompokkan siswa dapat dilaksanakan berdasarkan berkawan, kemampuan, dan minat. Pengelompokkan siswa yang dibagi menjadi kelompok-kelompok kecilmenurut Udin Sarifuddin Winataputra dan Rustana Ardiwinata ( 1991 ), meliputi pola bekerja palalel ( kelompok belajar dengan tugas yang sama ), pola bekerja komplementer ( kelompok belajar dengan tugas yang berbeda-beda ), serta  pola kerja paralel dan komplementer ( dua kelompok belajar atau lebih mendapat tugas yang sama, sedangkan dua atau lebih lainnya mendapat tugas yang sama ). Cara lain untuk pengelompokan siswa adalah dengan pembentukan kelompok diserahkan kepada siswa, pembentukan kelompok diatur guru sendiri, dan pembentukan kelompok diatur guru atas usul siswa.
  5. Dinamika kelas, cara guru menerapkan administrasi pendidikan dan kepemimpinan pendidikan serta dalam mempergunakan pendekatan pengelolaan kelas.
  6. Lingkungan sekitar.

 

 

  1. Pengelolaan Kelas yang Efektif

Menurut Made Pidarta, untuk mengelola kelas secara efektif perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :

  • Kelas adalah kelompok kerja yang diorganisasikan untuk tujuan tertentu yang dilengkapi oleh tugas-tugas dan diarahkan oleh guru.
  • Guru adalah tutor ( pembimbing ) bagi semua siswa bukan individu.
  • Kelompok memiliki perilaku sendiri yang berbeda dengan perilaku masing-masing individu dalam kelompok.
  • Kelompok menyisipkan pengaruhnya kepada anggota-anggotanya.
  • Praktik guru cenderung terpusat pada hubungan guru dan siswa.
  • Adanya srtuktur kelompok, pola komunikasi, dan kesatuan kelompok.

Keharmonisan hubungan guru dengan siswa memiliki efek terhadap pengelolaan kelas. Begitu pula dengan perhatian guru dengan siswa, keterbukaan, selalu tanggap terhadap keluhan siswa, selalu bersedia mendengar saran dan kritik dari siswa, dan sebagainya merupakan cara untuk menghadirkan pengelolaan kelas yang efektif.

BAB III

PENUTUP

 

  1. Kesimpulan

 

Untuk tercapainya apa yang menjadi tujuan pembelajaran dalam proses pengelolaan kelas kami mengambil kesimpulan bahwa: pertama strategi guru dalam membuat perencanaan pembelajaran sebelum tahun ajaran baru, dan kepala sekolah mewajibkan semua guru membuat perencanaan pembelajaran yang meliputi: silabus, analisa materi pelajaran (AMP), program tahunan, program semester, dan Rencana program pengajaran. Kedua Membangun Kerjasama dengan Siswa dalam Pembelajaran. Membangun kerjasama dengan siswa, artinya dalam pembelajaran terjadi interaksi yang komunikatif antara guru dengan siswa.

Upaya-upaya tersebut: (a) menjalin hubungan baik dengan siswa melalui kegiatan pembelajaran maupun kegiatan ekstrakurikuler, (b) berusaha menyampaikan materi dengan bahasa yang mudah di pahami siswa, (c) menghubungkan materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari, (d) menggunakan model pembelajaran yang bervariasi. Dengan strategi ini suasana pembelajaran menjadi menyenangkan, sehingga siswa menjadi on task dalam pembelajaran

 

  1. Saran

     Sebagai mahasiswa yang nantinya bergelut di dunia pendidikan, sudah menjadi keharusan bagi kita untuk mengetahui dan memahami segala sesuatu yang berkaitan dengan pendidikan serta menerapkannya dalam proses beljar-mengajar. Oleh karena itu, Perbanyaklah belajar dengan membaca buku maupun bergaul yang mampu menambah wawasan dan pengetahuan yang mendunia dan menyeluruh.

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Majid, Abdul. 2005. Perencanaan pembelajaran. Bandung: Rosda Karya.

Popham, W. James. 1992. Teknik mengajar secara sistematis. Jakarta: Rineka Cipta.

Setiawan, Conny dkk. 1985. Pengelolaan kelas. Jakarta: Gramedia.

http://www.slideshare.net/mulyonowspd/definisi-pengelolaan-kelas

Djamarah, Saiful Bahri dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar Cetakan III, ( Jakarta : Rineka Cipta, 2006 ).

Rohani, Ahmad dan Abu Ahmadi, Pengelolaan Pengajaran, ( Jakarta : Rineka Cipta, 1991).

Usman, Uzer, Menjadi Guru Profesional Cetakan XIII, ( Bandung : Remaja Rosdakaarya, 2001 ).

http://makalahkumakalahmu.wordpress.com/catagory/makalah-pengelolaan -kelas/page/2/

http://makalahkumakalahmu.wordpress.com/2009/03/09/pengelolaan-kelas/

http://www.infodiknas.com/bab-1-definisi-pengelolaan-kelas/

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s